TUUGAS MANDIRI 11
NAMA : LARISSA AMELIA (E05)
MATA KULIAH :
KEWARGANEGARAAN
TUGAS : MANDIRI 11
Analisis Ancaman Sektor
Digital terhadap Ketahanan Nasional Indonesia
I. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Perkembangan
teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan
bangsa Indonesia, mulai dari pemerintahan, ekonomi, pendidikan, hingga
pertahanan dan keamanan. Transformasi digital mendorong efisiensi pelayanan
publik melalui e-government, memperluas ekonomi digital, serta mempercepat arus
informasi. Namun, di balik peluang tersebut, sektor digital juga menghadirkan
ancaman serius terhadap Ketahanan Nasional. Serangan siber, penyebaran hoaks
dan disinformasi, serta kebocoran data pribadi menunjukkan bahwa ruang digital
telah menjadi medan baru yang rentan dimanfaatkan untuk melemahkan stabilitas
negara. Oleh karena itu, sektor digital tidak hanya berfungsi sebagai pendukung
pembangunan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ancaman strategis apabila
tidak dikelola dengan baik.
2. Rumusan Masalah
Bagaimana
bentuk ancaman utama di sektor digital terhadap Ketahanan Nasional Indonesia,
bagaimana dampaknya terhadap berbagai aspek ketahanan nasional, serta strategi
apa yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan di sektor ini?
3. Tujuan Penulisan
Penulisan
ini bertujuan untuk menganalisis ancaman-ancaman sektor digital terhadap
Ketahanan Nasional Indonesia, menjelaskan dampaknya terhadap stabilitas dan
kedaulatan negara, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat
ketahanan nasional di bidang digital.
II. Konsep Dasar
1. Definisi Ketahanan Nasional
Ketahanan
Nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan
ketangguhan dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik
yang datang dari dalam maupun luar negeri, demi menjamin kelangsungan hidup
bangsa dan negara. Ketahanan Nasional mencakup aspek Astagatra, yaitu trigatra
(geografi, sumber daya alam, dan penduduk) serta pancagatra (ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan).
2. Hubungan Sektor Digital dan Ketahanan Nasional
Sektor
digital berperan penting sebagai penopang Ketahanan Nasional karena menjadi
infrastruktur utama dalam pengelolaan informasi, ekonomi modern, dan sistem
pemerintahan. Namun, ketergantungan tinggi terhadap teknologi digital juga
membuka peluang ancaman non-militer yang berdampak luas, cepat, dan sulit
dilacak. Gangguan pada sektor digital dapat melumpuhkan layanan publik, merusak
kepercayaan masyarakat, bahkan memengaruhi kedaulatan negara.
III. Analisis Ancaman Sektor Digital
A. Identifikasi Ancaman
1. Serangan Siber (Cyber Attack)
Serangan
siber meliputi peretasan sistem pemerintahan, pencurian data, ransomware, dan
sabotase infrastruktur digital. Ancaman ini bersifat eksternal maupun
internal, non-fisik, dan non-militer, dengan aktor berupa
negara asing, kelompok kriminal siber, hacktivist, maupun individu.
2. Hoaks dan Disinformasi Digital
Penyebaran
berita palsu, propaganda, dan manipulasi informasi melalui media sosial dapat
membentuk opini publik yang menyesatkan. Ancaman ini tergolong non-fisik,
non-militer, dan dapat bersumber dari aktor non-negara maupun kepentingan
politik tertentu, baik domestik maupun asing.
3. Kebocoran Data dan Ketergantungan Teknologi
Asing
Kelemahan
perlindungan data pribadi serta dominasi platform asing meningkatkan risiko
penyalahgunaan informasi strategis. Ancaman ini bersifat internal-eksternal,
non-fisik, dengan sumber ancaman berupa lemahnya regulasi, rendahnya
literasi digital, serta dominasi perusahaan teknologi global.
B. Dampak terhadap Ketahanan Nasional
Serangan
siber dapat mengganggu aspek pertahanan dan keamanan melalui pelumpuhan
sistem vital negara, termasuk pertahanan, energi, dan transportasi. Dari sisi ekonomi,
gangguan sistem perbankan digital dan e-commerce dapat menimbulkan kerugian
finansial besar dan menurunkan kepercayaan investor. Dalam aspek politik,
peretasan data pemilu atau manipulasi informasi dapat merusak legitimasi
demokrasi dan stabilitas pemerintahan.
Hoaks dan
disinformasi berdampak signifikan terhadap aspek ideologi dan sosial budaya
dengan memicu polarisasi, konflik horizontal, serta melemahkan nilai persatuan.
Selain itu, disinformasi politik dapat mengganggu stabilitas politik dan
menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Kebocoran
data dan ketergantungan teknologi asing berimplikasi pada aspek kedaulatan.
Penguasaan data strategis oleh pihak luar dapat mengancam keamanan nasional,
sementara ketergantungan teknologi melemahkan ketahanan ekonomi dan
pertahanan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi trigatra,
khususnya pengelolaan sumber daya dan penduduk, karena data menjadi aset
strategis nasional.
IV. Strategi dan Rekomendasi Peningkatan Ketahanan
Untuk
memperkuat Ketahanan Nasional di sektor digital, diperlukan strategi terpadu
lintas sektor:
- Penguatan Keamanan Siber
Nasional (Jangka Pendek–Menengah)
Pemerintah perlu memperkuat lembaga keamanan siber, meningkatkan standar proteksi sistem nasional, dan melakukan audit keamanan berkala terhadap infrastruktur kritis. - Pembangunan Kemandirian
Teknologi Digital (Jangka Panjang)
Mendorong riset, inovasi, dan industri teknologi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada platform asing, termasuk pengembangan cloud nasional dan sistem operasi lokal. - Peningkatan Literasi Digital
Masyarakat (Jangka Pendek)
Edukasi publik secara masif tentang keamanan data, etika digital, dan deteksi hoaks melalui kurikulum pendidikan dan kampanye nasional. - Penguatan Regulasi
Perlindungan Data dan Tata Kelola Digital (Jangka Menengah)
Penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan siber, kebocoran data, dan penyebaran disinformasi, disertai peningkatan kapasitas aparat penegak hukum. - Kolaborasi
Pemerintah–Swasta–Masyarakat (Berkelanjutan)
Membangun kemitraan strategis dengan sektor swasta dan komunitas teknologi untuk berbagi informasi ancaman, mengembangkan inovasi keamanan, serta memperkuat ekosistem digital nasional.
Penutup
Sektor
digital merupakan pilar baru Ketahanan Nasional Indonesia yang memiliki potensi
besar sekaligus ancaman kompleks. Serangan siber, disinformasi, dan kebocoran
data dapat berdampak sistemik terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, serta pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu, penguatan
ketahanan digital harus menjadi prioritas nasional melalui kebijakan
komprehensif, penguasaan teknologi, dan partisipasi aktif seluruh komponen
bangsa.

Komentar
Posting Komentar