TUGAS MANDIRI
Ringkasan Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas Nasional
Narasumber:
Nama: Bapak Derry
Usia: 45 tahun
Profesi: Guru Sekolah Menengah Atas
Pendahuluan
Wawancara ini dilakukan dengan Bapak Ahmad Suryono, seorang guru SMA yang telah mengajar selama lebih dari dua puluh tahun. Beliau dipilih sebagai narasumber karena memiliki pengalaman luas dalam bidang pendidikan dan sering memberikan pembinaan kepada siswa mengenai wawasan kebangsaan serta nilai-nilai Pancasila. Pandangan beliau diharapkan dapat memberikan perspektif yang mendalam tentang pentingnya identitas nasional di tengah perubahan zaman dan pengaruh globalisasi yang semakin kuat.
Isi
Menurut Bapak Ahmad, identitas nasional merupakan jati diri bangsa Indonesia yang mencakup nilai-nilai dasar seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta semangat kebangsaan yang mempersatukan seluruh warga negara. Ia menjelaskan bahwa identitas nasional menjadi dasar dalam membentuk karakter warga negara yang cinta tanah air dan menghargai perbedaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, identitas nasional tercermin melalui penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menghormati simbol-simbol negara, serta menerapkan nilai-nilai gotong royong dan toleransi antarumat beragama. Bagi beliau, hal-hal sederhana seperti mengikuti upacara bendera, menjaga kebersihan lingkungan, dan saling menghargai antarwarga merupakan bentuk nyata dari penerapan identitas nasional.
Ketika ditanya mengenai tantangan terbesar dalam menjaga identitas nasional, Bapak Ahmad menyoroti pengaruh budaya asing yang begitu kuat melalui media sosial dan hiburan digital. Banyak generasi muda yang mulai kehilangan kebanggaan terhadap budaya lokal dan lebih mengidolakan budaya luar. Menurutnya, hal ini dapat menyebabkan lunturnya rasa nasionalisme jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam memperkuat identitas nasional. Anak muda harus mampu menjadi agen perubahan dengan cara mencintai produk lokal, melestarikan budaya daerah, serta menggunakan teknologi untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia ke dunia. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bahwa menjadi modern tidak berarti meninggalkan akar budaya sendiri.
Penutup
Dari hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa identitas nasional adalah fondasi utama yang menjaga keutuhan bangsa di tengah arus globalisasi. Pandangan Bapak Ahmad menunjukkan bahwa mempertahankan identitas nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai refleksi pribadi, penulis menyadari pentingnya menanamkan rasa bangga terhadap bangsa sendiri melalui tindakan nyata, sekecil apa pun. Generasi muda perlu terus menjaga dan mengembangkan identitas nasional dengan cara yang relevan dengan zaman, agar nilai-nilai luhur bangsa tidak hilang di tengah kemajuan dunia modern

Komentar
Posting Komentar